Minggu, 21 Januari 2018

apa itu profit stop loss trading bitcoin

Apa itu profit stop loss trading bitcoin

Stop-Loss dan Take-Profit
Jika Anda seorang trader harian, maka Anda harus tahu tentang poin stop-loss dan take-profit. Hal ini merupakan tingkatan harga di mana Anda akan keluar dari perdagangan tersebut. Misalnya, jika Anda berpikir bahwa harga bitcoin telah mencapai level support dan tidak ada tanda-tanda bahwa harga tidak dapat menembus level support itu dan pergi lebih rendah lagi, maka Anda mungkin ingin menempatkan order buy di situasi ini. Namun, Anda harus memiliki rencana ketika Anda akan keluar dari perdagangan tersebut sebelum Anda masuk dan melakukan perdagangan Anda. Titik stop-loss adalah harga yang Anda tentukan untuk menjual bitcoin jika harga bitcoin terus mengalami penurunan, sementara titik take-profit adalah titik di mana Anda akan menjual bitcoin dan mengambil keuntungan Anda. Dengan merencanakan titik penjualan Anda sebelum Anda menempatkan order buy, Anda secara tidak langsung melibatkan emosi dan keegoisan bersama dengan rencana Anda tersebut. Semua keputusan untuk melakukan perdagangan dengan rencana ini akan memudahkan Anda dalam mencari keuntungan, selama keputusan itu masih melibatkan logika Anda.
Rencana Berikutnya

Bila Anda memiliki program yang jelas tindakannya, perlu diingat sebelum Anda melakukannya, semua akan menjadi lebih mudah jika Anda tidak membiarkan emosi Anda menguasai diri Anda. Keputusan Anda pada saat membeli atau menjual tidak boleh dilakukan pada saat sudah melakukan eksekusi perdagangan. Namun keputusan ini harus dibuat sebelum tindakan awal yang menyebabkan situasi Anda pada saat ini. Yang perlu Anda lakukan adalah mengikuti pedoman tersebut.

Cobalah strategi trading Anda di PT. BIT COIN INDONESIA! DAFTAR SEKARANG

Trading bitcoin adalah kegiatan Jual - Beli bitcoin dengan tujuan untuk memperoleh keuntungan dari aset yang dimiliki, bukan hanya bitcoin, kegiatan trading bisa dilakukan terhadap mata uang digital lainnya seperti Litecoin, Ethereum, Dogecoin dan masih banyak lagi.
 Perlu diketahui bahwa kegiatan trading mata uang digital merupakan hal yang beresiko, karena harga mata uang digital fluktuatif, bisa naik atau turun kapan saja. Akan tetapi, dengan trading mata uang digital kita tidak perlu takut kehilangan suatu aset, kerugian dalam trading mata uang digital adalah pada  Harga asset tersebut.
Sebagai contoh, admin membeli 1 Bitcoin (BTC) seharga Rp. 110.000.000, kemudian admin simpan aset tersebut (Bitcoin), beberapa hari kemudian harga bitcoin turun hingga Rp. 90.000.000. Dari sini terlihat kalau jumlah bitcoin kita tidak berkurang, tetap 1 BTC, akan tetapi nilai harga bitcoin yang turun.
Langsung saja kita bahas beberapa kondisi dasar yang bisa terjadi saat trading bitcoin atau mata uang digital lainnya. Trading ini sendiri bisa dilakukan di BITCOIN INDONESIA

Take Profit
Dalam trading mata uang digital, profit adalah suatu kondisi dimana kita memperoleh keuntungan dari jual beli mata uang digital, Kondisi ini terjadi apabila " Kita menjual dengan harga yang lebih tinggi dibandingkan dengan harga saat membeli " sehingga kita memperoleh keuntungan dari kondisi ini
Contoh : Pagi ini admin membeli aset Bitcoin Red (BTCRED) di Yobit karena sudah ada kabar harga aset ini akan naik, kemudian admin membeli BTCRED sejumlah 194 BTCRED dengan harga sekitar 0.00065 BTC, selang satu hari ternyata harga BTCRED naik dan estimasi nilai jual 194 BTCRED menjadi 0.0035 BTC, padahal sebelumnya 194 BTCRED admin beli dengan 0.0006 BTC saja. jadi admin mendapatkan profit 0.0035 BTC - 0.00065 BTC = 0.00285 BTC atau sekitar 300 ribuan rupiah
Coba bayangkan admin saat kondisi ini membeli BTCRED dengan modal 50 juta rupiah, sudah menjadi berapa uang admin.
Open Posisi /OP
Kondisi ini adalah pada saat kita bermaksud hendak menjual aset digital kita di harga yang lebih tinggi dari harga membeli dan kita sudah memasang harga penjualan, akan tetapi justru harga aset tersebut turun bahkan bisa di bawah harga pembelian. Sehingga aset tersebut dalam kondisi "Open Posisi /OP", di balance aset tidak ada karena sudah di SELL (jual), akan tetapi proses jual tersebut bisa dibatalkan kapan saja, jadi aset aman.
Jika Anda tidak sabar dengan kondisi ini, silakan batalkan penjualan, maka aset akan kembali ke balance dan kita bisa memasang harga jual baru.

Stop-Loss/Cut Loss
Kondisi Cut Loss hanya boleh dilakukan trader mata uang digital apabila dalam kondisi "terpaksa" .
Contoh : Anda membeli 1 Bitcoin dengan harga 100.000.000, beberapa waktu kemudian ternyata harga bitcoin turun hingga 80.000.000, karena Anda orangnya tidak sabar atau sedang butuh uang, akhirnya Anda mengambil keputusan untuk menjual bitcoin yang dia miliki di harga 80.000.000. sehingga Anda rugi karena menjual bitcoin lebih rendah dari harga pembelian. 100 juta - 80 juta = Anda rugi 20 juta.
Kondisi lain yang terkadang dilakukan trader untuk melakukan cut loss adalah pada saat harga coin diprediksi akan mengalami tren harga turun cukup drastis dan kemungkinan besar membutuhkan waktu yang cukup lama untuk kembali ke harga pembelian, maka keputusan untuk cut loss pun dilakukan untuk menghindari kerugian yang lebih besar.


RAIH KEBEBASAN FINANSIAL SECARA CEPAT DAPAT AMAN DAN TERBUKTI!!!
DENGAN CRYPTO CURRENCY BITCOIN 

0 komentar:

Posting Komentar